Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya. Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope(AFM).
Suhu
Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan :
- Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C.
- Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C.
- Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C
- Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.
Kondisi diatas adalah dimana kondisi yang membingungkan kenapa ? Karena apabila bakteri tersebut berada pada suatu lingkungan yang sama bagaimana kita mengatasinya atau menghilangkan. Sebab bakteri berkembang biak diantara suhu 0°– 114 °C, Apabila udara tersebut kita panaskan sampai dengan 200°C, tentu akan menbutuhkan pemanas yang besar menyesuaikan udara yang disirkulasikan. Semakin pertukaran udara yang tinggi disirkulasi akan semakin besar penggunaan pemanas. Ok apabila pemanas tidak tidak menjadi masalah, maka harus dipikirkan mesin pendingin dimana kenyamana manusia membutuhkan suhu yang sejuk. Suhu yang nyaman tidak lebih dari 32 °C, dengan kondisi membutuhkan mesin pendingin yang sesuai dengan pemanas yang dipakai untuk membunuh perkembangan bakteri.
Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Alat untuk mengurangi kelembaban dibutuhkan mesin dehumidifier. Sebaik untuk efesiensi menggunakan mesin dehumidifer dengan menggunakan sistem penyerapan uap air dengan menggunakan dessicant. Dimana dessicant berkerja seperti anda mengeringkan air dengan menggunakan kanebo atau busa yang yang dapat menyerap. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.
Sebagai contoh,
Bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.
Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)
Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan bakteri. Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.
Metode mengurangi pertumbuhan dengan UV akan menyebabkan sampah bakteri yang hanya membunuh tetapi itu harus menggunakan sistem UV yang baik dan efektif. Untuk mengurangi sampah bakteri harus menggunakan Penyaring udara dimana udara yang mengandung partikel akan ditangkap dengan menggunakan filter udara. Tingkat kemampuan filter udara dijelaskan pada artikel berikutnya.
Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri. Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker. Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae.
Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy. Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian. Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.
Kutipan id wikepedia dan lain lain
Semoga bermanfaat
0 comments :
Post a Comment