Home
»
»
HUMOR ILMU KEDOKTERAN
HUMOR ILMU KEDOKTERAN
Written By Rijomac on Friday, May 3, 2013 | 1:12 PM
PAKAI KALENDER
Dalam program KB banyak metode kontrasepsi yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Dan yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Untuk yang sederhana
dapat dilakukan oleh akseptor sendiri, yang tentu berkonsultasi dulu dengan dokter atau
bidan. Sedangkan yang rumit, lebih banyak peranan tenaga kesehatan.
Salah satu cara sederhana adalah penggunaan kalender, yang temyata di lapangan
juga tak jarang mengalami distorsi informasi. Seperti yang diungkapkan pada dialog
di bawah ini.
Ali : "Aidi (seorang petugas kesehatan di puskesmas), istri saya kok masih hamil,
pada hal sudah ikut KB."
Aidi : "Au………., istri kamu pakai KB apa ?"
Ali : "Pakai kalender."
Aidi : "Tahu nggak, cara pakainya ?"
Ali : "Tahu !"
Aidi : "Caranya bagaimana ?"
Ali : "Setiap kami kumpul, kalendemya saya alaskan di tempat tidur," ungkapnya
dengan polos.
Refinaldi
Sambaliung, Berau
PENCEGAH ABORTUS
Seorang ibu hamil muda dengan pendarahan datang berobat.
Dokter : (Pada waktu akan dilakukan pemeriksaan fisik)
Lho, apa ini bu? (sebuah paku dengan panjang 12 cm terletak vertikal di umbilicus).
Penderita : (Dengan malu mengambil paku tersebut) Katanya untuk mencegah keguguran.
Dokter : Ibu ini bagaimana? Bukan kegugurannya nanti yang menjadi masalah, tetapi karena perut ibu tertusuk paku ini.
Penderita : Susah dokter, kalau kemauan orangtua tidak dituruti.
Dokter : Yang dituruti toh yang masuk akal lho bu!
Emiliana Tjitra
Jakarta
SIAPA YANG LEBIH MODERN????
Tiga usahawan, masing-masing dari Inggris, Amerika Serikat dan Rusia berkumpul
sewaktu rehat kopi (coffee break) sebuah konperensi internasional tentang peternakan.
Sambil menikmati kopinya sarjana Inggris bercerita: "Di Inggris pembunuhan sapi
di tempat pemotongan hewan berlangsung sangat modern, yaitu tidak dipotong lagi
dengan pisau, akan tetapi binatang tadi dibunuh dengan kejutan listrik."
Sarjana dari Amerika Serikat langsung berreaksi: "Wah, cara itu sudah ketinggalan
jaman. Di negeri saya tidak dipakai kejutan listrik lagi, tapi sapi-sapi dibunuh dengan
tembakan laser!"
Kedua sarjana dari Inggris dan Amerika Serikat lantas berpaling kepada rekannya
dari Rusia dan dengan nada agak mengejek menanyakan bagaimana caranya membunuh
sapi di Rusia.
Sarjana dari Rusia merasakan bahwa kedua rekannya dariBarat tadi hendak mengejek
keadaan di negerinya. Sambil meningkatkan nada suaranya ia berkata: "Di Rusia caracara
yang kalian pakai sudah lama ditinggalkan. Di Rusia sapi-sapi dibunuh dengan
meledakkannya dengan bom!"
"Dengan bom?????," Kedua sarjana dan negara makmur tadi balas menanya.
"Ya, dengan bom. Lihat saja; di toko-toko penjual daging di Rusia yang tinggal
hanya tulang-tulang sapi saja!"
OLH
Jakarta
0 comments :
Post a Comment